//
Ada Skenario Jatuhkan Dahlan Iskan | Survey : Dahlan Iskan Tak Tertandingi | KPK Pastikan Jemput Paksa Anas | Fakultas Kedokteran Unsrat Manado Kembali Panas | Tangker Karam, BBM Cemari Laut Tagulandang | Sendikat Sejata Api Filipina Masih Berkeliaran | Langganan Manado Post Gratis ke Hongkong-Macau | Manado Waspada Bencana | Sebelas Ribu Warga Manado Tanpa NIK-KK
news menu leftnews menu right

 

Home Utama Pebulutangkis Sulut Kembali Juara Dunia


Pebulutangkis Sulut Kembali Juara Dunia
Monday, 12 August 2013 09:02

Editor: Bahtin Razak
GUANGZHOU — Kemenangan fantastis direbut pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir, di partai final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2013 saat hadapi jagoan China, Xu Chen/Ma Jin. Pertarungan di Tianhe Indoor Arena, Guangzhou, Minggu 11 Agustus 2013 berlangsung seru dan penuh aksi. Kejar mengejar angka senantiasa terjadi di tiga game, sebelum Tontowi/Lilyana menang 21-13, 16-21, dan 22-20.

Pada game pertama, ganda campuran Indonesia mampu tampil apik. Smash keras Tontowi kerap kali menekan pasangan tuan rumah. Tontowi/Lilyana pun berhasil mengamankan game pertama 21-13.
Di game kedua, sebenarnya Tontowi/Lilyana sempat memimpin nyaman 11-9. Sayang, selepas interval ganda campuran unggulan tiga itu kehilangan konsentrasi.

Berkali-kali pengembalian mereka tanggung dan jadi "makanan empuk" Chen Xu maupun Ma Jin. Game kedua pun dimenangkan pasangan China 21-16. Laga berlanjut ke rubber game.

Pada babak penentuan, kedua pasangan saling balas mencetak poin. Baik Tontowi/Lilyana atau Xu/Ma sama-sama sempat mencuri keunggulan di papan skor.

Pertarungan sengit saat poin mencapai 17-17. Tontowi sempat melepaskan smash keras untuk mencuri keunggulan. Sayang, shuttle cock melebar tipis. China pun sempat melaju sampai mendapatkan match poin.

Di sinilah Tontowi dan Lilyana menunjukkan mental juara. Sedikit demi sedikit, mereka merebut poin untuk memperkecil ketinggalan sampai akhirnya memaksakan deuce.

Pasangan China pun tak berdaya di perebutan dua poin terakhir. Owi dan Butet, sapaan akrab pasangan ini, akhirnya tergeletak di lapangan merayakan kemenangan saat pukulan Xu melayang terlalu panjang. Game ketiga direbut 22-20.

Kemenangan ini membuat Indonesia sukses memecah kebuntuan di Kejuaraan Dunia selama empat edisi terakhir. Saat Lilyana merebut gelar juara bersama Hendra Setiawan.

Untuk Lilyana sendiri, mahkota juara ini adalah yang ketiga untuknya. Sebelumnya, pebulutangkis 27 tahun itu menjadi juara dengan Nova Widiyanto pada 2005 dan Hendra Setiawan pada 2007.

Tak hanya ganda campuran, 2003 bersama Eny Erlangga pernah meraih medali Perak di SEA Games, kemudian 2007 menjadi juara SEA Games dan juara China Masters Super Series bersama Vita Marissa, dan 2008 juara Indonesia Open SS

Di nomor ganda campuran, Butet meraih juara Asia Yunior bersama Markis Kido pada 2002. Kemudian dia mulai berpasangan dengan Nova Widianto pada 2004 dan meriah juara Singapore Open. Hingga 2010 berpasangan dengan Nova Widianto, Butet pernah meraih juara dunia di 2005. Hampir semua kejuaraan resmi mereka adalah juaranya.

2010 sudah berpasangan dengan Tontowi Ahmad dan meraih juara Macau Open GP Gold dan Indonesia GP Gold. Kemudian terus meraih prestasi di berbagai kejuaraan hingga terakhir di Kejuaraan Dunia 2013 yang mereka raih dengan dramatis.

Tentang Lilyana, cewek ini lahir di Manado9 September 1985. nomor ganda campuran. Lilyana berasal dari Klub Tangkas Alfamart Jakarta. Pengalamannya antara lain berlaga dalam perebutan Piala Uber (2004, 2008 dan 2010), Piala Sudirman (2003 , 2005, 2007, 2009 dan 2011), serta merebut medali perak Olimpiade Beijing 2008 nomor ganda campuran bersama Nova Widianto.
Lilyana merupakan anak bungsu dari pasangan Beno Natsir dan Olly Maramis. Sejak duduk di SD, Lilyana sudah bergabung dengan klub bulu tangkis Pisok, Menado. Pada tahun 1997, Lilyana yang berusia 12 tahun diterima masuk di PB Tangkas, Jakarta.

Pada tournament All England 2012 Lilyana Natsir yang bermain di sektor ganda campuran bersama Tantowi Ahmad, yang berhasil merebut gelar Juara All England 2012. Setelah mengalami penantian panjang di sektor ganda campuran selama 33 tahun. Gelar terakhir dipersembahkan oleh pasangan Christian Hadinata dan Imelda Wiguna pada tahun 1979.(tic/jpnn)

 

 

Manufaktur Hope - Dahlan Iskan

 



Kawanuapolis Ekonomi Pembangunan Editorial Pembaca&Penulis My Campus Kesehatan Nasional Internasional



Powered by Manado Post.