Halaman Depan

Sulut Patok Rp10,7 T
Untuk Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan 2009

JAKARTA- Rencana alokasi dana pemerintah tahun anggaran 2009 yang diperjuangkan delegasi Sulut dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) mengalami peningkatan 40,25 persen atau menjadi Rp 10,72 triliun dari TA 2008 sebesar Rp 7,64 triliun. Dana untuk kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan itu terdiri dari dana sektoral, dekonsentrasi, tugas pembantuan, DAU, dan DAK.
Jika pada 2008, dana pemerintah yang masuk ke Sulut di pos anggaran sektoral sebesar Rp 2,85 triliun, maka TA 2009 direncanakan bertambah menjadi Rp 3,7 triliun. Sama halnya dengan dana dekonsentrasi yang dari Rp 481,09 miliar (TA 2008) diharapkan bisa naik menjadi Rp 856,47 miliar.
Untuk tugas pembantuan TA 2008 yang hanya Rp 275,32 miliar, ditargetkan naik lebih dari 200 persen atau sekitar Rp 828,49 miliar. DAU diharapkan bisa bertambah menjadi Rp 4,46 triliun dari TA 2008 yang jumlahnya Rp 3,43 triliun. Demikian juga DAK dari Rp 673,56 miliar direncanakan mengalami peningkatan menjadi Rp 875,62 miliar.
Adapun dana Rp 10,72 triliun ini menurut Kepala Bappeda Sulut Dr Lucky Londong adalah untuk membiayai 11 kegiatan yang menjadi prioritas pembangunan 2009, yaitu peningkatan efektivitas penanggulangan kemiskinan; revitalisasi pertanian, perikanan, kehutanan, dan pembangunan pedesaan; peningkatan akses dan kualitas pendidikan dan kesehatan; percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan pengelolaan energi; peningkatan investasi, eskpor dan kesempatan kerja; penguatan, pemantapan keamanan dan ketertiban; penanganan bencana, pengurangan risiko bencana dan peningkatan pemberantasan penyakit menular; pembangunan kawasan perbatasan; pemberantasan korupsi dan percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi; penyelenggaraan WOC dan Pemilu 2009.
Sedangkan usulan pendanaan SKPD Sulut pada 2009 berdasarkan kementerian/lembaga totalnya mencapai Rp 1,71 triliun. Jumlah tersebut meliputi: Depdagri sebesar Rp 254,24 miliar, Deptan Rp 305,17 miliar, Dep Perindustrian Rp 9,13 miliar, DESDM Rp 7,8 miliar, Dephub Rp 16,2 miliar, Depdiknas Rp 403,18 miliar, Depkes Rp 178,11 miliar, Depnakertrans Rp 109,63 miliar, Depsos Rp 102,87 miliar, Dephut Rp 16,09 miliar, Dep Kelautan dan Perikanan Rp 28,92 miliar, Dep PU Rp 171,7 miliar, Depbudpar Rp 30,35 miliar, KLH Rp 4,3 miliar, Kementrian Negara Koperasi dan UKM Rp 12,05 miliar, Depkominfo Rp 8 miliar, Arsip Nasional RI Rp 1,72 miliar, Dep Perdagangan Rp 6,75 miliar, Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga Rp 12,77 miliar, Perpusatakaan Nasional Rp 3 miliar.
Lanjut Lucky, untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan dan mewujudkan ketahanan pangan di Sulut maka diusulkan subsidi pengoperasian armada angkutan laut perintis dan program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa serta pengairan lainnya dapat dialokasikan pada dana dekonsentrasi TA 2009. Demikian juga untuk pembangunan infrastruktur dapat dialokasikan lanjutan pembangunan Manado By Pass II, Boulevard II, Jalan Lingkar Amurang, Jalan Lingkar Barat Tomohon, Jalan Lintas Selatan Sulut, Jalang Lingkar Pulau Talaud dan Sangihe.
”Sasaran pertumbuhan ekonomi Sulut 2008 sebesar 6,8 persen, dan dipredikasi pada 2009 akan mencapai 7 persen. Untuk mencapai PE 2009, dari bidang infrastruktur diperlukan kontribusi sebesar Rp 1,089 triliun dan inilah yang akan kami perjuangkan dalam Musrenbangnas 2009,” tutur Lucky.
Dalam Musrenbangnas kemarin, salah satu kesepakatan yang dihasilkan adalah Deplu dan Dephum dan HAM, khususnya Ditjen Imigrasi, TNI, Polri akan mendukung kegiatan WOC di Sulut terkait dengan aspek protokoler, substansi, media center, keimigrasian, persidangan, serta keamanan.(esy)
 

w.mdopost.com