|
Soal Kayu Gelondongan, Kapolda Belum Tahu
BITUNG — Sampai kemarin siang kapal yang bermuatan kayu gelondongan masih
berada di perairan Lembeh. Ironisnya, posisi kapal itu saat berlayar di
perairan tersebut sempat berhadapan langsung dengan kantor Polairud Polda
Sulut.
Namun, saat dikonfirmasi soal kapal yang muatannya diduga ilegal itu,
Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Drs Yulius Hanafi enggan memberikan
komentar.
“Masalah ini bukan kewenangan saya untuk memberikan ketarangan pada pers
atau media. Silakan langsung tanya pada humas Polda di Manado,” ujar
Hanafi ketika dihubungi via ponselnya, tadi malam.
Meski sudah didesak, namun Hanafi tetap menolak untuk memberikan
keterangan. “Jadi silahkan saja tanya langsung di Polda di Manado. Mereka
yang punya kewenangan untuk itu. Sebab sudah aturan harus satu pintu untuk
memberikan keterangan,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolda Sulut Brigjen Pol Bekto Suprapto yang ditemui
kemarin (7/5), usai paparan Sail Bunaken oleh tim Mabes TNI AL pimpinan
KASAL Laksamana TNI Soemardjono di gedung BI, mengaku terkejut dengan
adanya info kapal pengangkut kayu gelondongan yang ada diperairan Lembeh
yang amat dekat dengan Polairud Bitung itu. “Hal ini baru saya dengar,”
kata mantan Ka Densus Anti Teror 88 Polri ini dengan mimik terkejut.
“Laporannya belum ada pada saya, saya akan cek langsung. Jika belum, maka
anggota saya akan memastikan hal itu ke lapangan,” tuturnya sebelum turun
ke lantai bawah BI untuk kembali bergabung bersama rombongan Muspida Sulut
dan Mabes TNI AL.(vif/yew)
|